Apa Kabar Blog-ku.??

Add caption

Kenapa judulnya Apa Kabar Blogku.?? Iya karena saya sudah lama tak menjamah blog baru saya ini.

Ada beberapa faktor yang menyebabkan saya tak lagi menjamah dan untuk membukanya hanya sekedar membaca yang sudah ada pun saya tak pernah. Banyak alasan, emang iya.! Jadi nggak perlu saya sebutkan satu-satu alasannya, karena memang terlalu klise dan membosankan.

Ada selang waktu dimana saat itu saya gunakan untuk melamunkan sesuatu, entahlah saya sendiri nggak tahu apa yang saya lamunkan. Singkat cerita, saya teringat blog saya yang terbengkalai.

Flashback, mengingat kembali awal membuat blog. Sedikit memodif tampilan interface blog demi kepuasan dan kenyamanan saya dan pengunjung blog pastinya. Karena saya berpendapat pengunjung akan merasa betah berkunjung dan membaca tulisan - tulisan kita di blog jika tampilannya menarik, Oleh karena itu, awal membuat blog saya fokuskan dulu pada tampilan yang simple tapi menarik dan nyaman buat dibaca. 

Mengingat awal-awal menulis, begitu semangat dan produktif, yaaa sebagi pemula sehari menghasilkan dua sampai tiga tulisan menurut saya sudah lumayanlah ya. Sayangnya itu nggak berlangsung lama. 

Awal Januari 2014 saya baru mengenal dan baru pertama kali mencoba menulis, mencari tahu tentang tulis menulis, memahami, mencoba, mencoba, mencoba dan pada akhirnya saya ketagihan untuk menulis. Itu hanya berlangsung sampai bulan Mei lalu.

Lama tak membuka blog, sekali membuka grafik pengunjung menjadi meningkat dan stabil. Ah sayang sekali saya berhenti memposting tulisan saya di blog ini.

Hal itu saya lakukan bulan lalu, tapi untuk sekarang...............
Apa Kabar Blogku.?

Arah yang Hilang.?

Arah yang hilang  |


Susah fokus.!
Iya, itu yang saya alami beberapa hari ini, atau bahkan dalam beberapa minggu ini. entahlah, amat susah bagi saya untuk bisa fokus dalam apapun itu. Mulai dari pekerjaan, kuliah, dan hal sepele pun susah buat fokus.  Ada apa dengan saya.? Entahlah.!!

Terlalu banyak yang difikirkan, nggak juga.??
Terlalu banyak yang di cemaskan atau dikhawatirkan, nggak juga.??
Lantas apa.?
Apa mungkin fikiran-fikiran itu yang berdatangan dengan sendirinya, tapi apa.?

Memang nampak abu-abu kisah ini, tapi inilah adanya. Saya hanya membuang beberapa fikiran dalam sebuah tulisan yang tak bertujuan ini. 

Kerja suka ngeblank / nggak fokus, Kuliah mentok / susah fokus, seperti semua itu tak kudapati. Lurruuuuuusss aja, datar, tanpa melihat sekitar dan tanpa memperhatikan rambu -----> Tanpa arah.!!
Rutinitas yang monoton memperlengkap kebutaanku akan hidup ini. 
Kemana arahku menghilang.???


Kegelisahan dari sisi terdalam bocah ingusan yang tak kentara.

Just Share
Make to be better personality
@AdbHillman

Dua Mimpi Sederhana Bocah Kebon Dalem

Judul Buku : Sepatu Dahlan
Pengarang : Khrisna Pabichara
Penerbit : Noura Books (PT Mizan Publika)
Tahun terbit dan cetakan : Cetakan I, Mei 2012, Cetakan II, Mei 2012, Cetakan III, Juni 2012
Ukuran / dimensi buku : 14 x 21 cm
Tebal buku : 392 Halaman
Harga buku :
ISBN : 978 – 602 – 9498 – 24 – 0

***




Mungkin ini terlambat. Saya baru saja menuntaskan membaca buku “Sepatu Dahlan”. Tidak salah jika buku karya Khrisna Pabichara ini adalah buku best seller. Novel karangannya selalu bermutu dan sangat inspiratif. Dengar dari seorang kerabat dekat saya serta rasa keingintahuan tentang buku Trilogi Novel Inspirasi Dahlan Iskan ini membuat saya ingin membaca halaman per halaman sampai tuntas. Seperti testimoni A. Fuadi (Penulis Buku Negeri 5 Menara), “Ini jenis buku yang bikin candu! Saya tak mampu berhenti membalik halaman sampai tamat.” Hal itulah yang saat ini saya rasakan ketika membaca novel inspiratif karya Khrisna Pabichara ini. Jika kita mengenal sosok Khrisna Pabichara, dia adalah penyuka prosa dan telah melahirkan sebuah kumpulan cerita pendek, Mengawini Ibu : Senarai Kisah Yang Menggetarkan (Kayla Pustaka, 2010). Novel ini, Sepatu Dahlan, adalah buku ke-14 yang dianggitnya.

Khrisna Pabichara lahir di Borongtammatea, Kabupaten Jeneponto, Makassar – Sulawesi Selatan pada tanggal 10 November 1975, Wauw, bertepatan dengan Hari Pahlawan. Ayah dua orang putri, yang kerap disapa Daeng Marewa ini, bekerja sebagai penyunting lepas dan aktif dalam berbagai literasi. Dia bisa disapa dan diajak berbincang berbagai hal, terutama pernak-pernik #bahasaindonesia, lewat akun twitternya : @1bichara.

***

Tujuan dan latar belakang penulisan novel ini tak lain dan tak bukan, sesuai dengan pengantar dari Dahlan Iskan dalam buku ini, “Harapan saya, semoga buku ini terselip inspirasi dan manfaat di novel Sepatu Dahlan ini untuk semua pembacanya.”

***

“Mata berkunang-kunang, keringat bercucuran, lutut gemetaran, telinga mendenging …. Siksaan akibat rasa lapar ini memang tak asing, tetapi masih saja berhasil mengusikku…. Sungguh, aku butuh tidur. Sejenakpun bolehlah. Supaya lapar ini terlupakan….”
Kehidupan mendidik Dahlan kecil dengan keras. Baginya, rasa perih karena lapar adalah sahabat baik yang enggan pergi. Begitu pula dengan lecet dikakinya, bukti perjuangan dalam meraih ilmu. Ya, dia harus berjalan berkilo-kilometer untuk bersekolah tanpa alas kaki. Tak hanya itu, sepulang belajar, masih banyak pekerjaan yang harus dilakukannya demi sesuap tiwul. Mulai dari nguli nyeset, nguli nandur, sampai melatih tim voli anak-anak juragan tebu.

Semua itu tak membuat Dahlan putus asa. Tak juga berarti keceriaan masa kanak-kanaknya hilang. Ketegasan sang Ayah serta kelembutan hati sang Ibu, membuatnya bertahan. Persahabatan yang murni menyemangatinya untuk terus berjuang. Dan apapun yang terjadi, Dahlan terus berusaha mengejar dua cita-cita besarnya : Sepatu dan Sepeda.

Sejak kelas 3 SR (Sekolah Rakyat), aku sering nguli nyeset. Itu kulakukan sepulang sekolah, disela-sela jadwal rutin menggembala domba. Upah nguli nyeset terus kutabung demi dua mimpi besarku – Sepatu dan Sepeda. (Halaman : 73)
Dahlan adalah bocah yang tegar dan mencoba untuk kuat dalam bertahan ditengah kehidupan yang menurutnya sangat memilukan dan menyakitkan. Meski begitu, Dahlan di didik dalam silsilah keluarga pesantren yang mampu memberikan ilmu iman dan perilaku baik, seperti salah satu judul bab dalam buku ini, Miskin Harta, Kaya Iman.
Beberapa potongan wejangan kakak Dahlan, Mbak Sofwati juga membuktikan,
“Lapar ndak berarti harus maling, Dik.”
Ojo wedi mlarat, yang penting jujur.”
“Kita boleh miskin harta, Dik, tapi kita ndak boleh miskin iman.”
“Ingat, semiskin apapun kita, Bapak dan Ibu ndak rela kalau kita, meminta-minta belas kasihan tetangga, keluarga, atau siapa saja.”
Dahlan mempunyai dua mimpi besar yang sebenarnya itu adalah mimpi yang sederhana. Hanya sepatu dan sepeda. Namun Dahlan sangat menginginkannya, dengan alasan supaya kakinya tidak lecet karena berjalan berkilo-kilo untuk menuntut ilmu dan bermain voli di sekolahnya. Sedangkan untuk sepeda, alasannya supaya tidak berangkat terlalu pagi untuk ke sekolah, jauh lebih cepat, dan tidak capek.

Dahlan suka sedih jika dia melihat teman-temannya memakai sepatu. Dia selalu teringat impian yang belum juga menjadi kenyataan, yaitu sepatu. Anehnya, beda sekali ketika dia melihat siapa pun yang sedang bersepeda, hatinya tidak berdesir, biasa-biasa saja.

Bapak Dahlan merupakan sosok yang sangat dihargai oleh Dahlan, temannya, serta warga kampung Kebon Dalem, karena beliau terkenal sebagai orang pekerja keras, dia juga sering menjadi imam serta mengajar ngaji di langgar Kebon Dalem. Suatu waktu beliau bercerita ketika sedang mengajar anak-anak Kebon Dalem di langgar dan berpesan, “Kita harus berusaha sendiri, kita harus mencari, bukan berleha-leha menunggu belas kasihan orang lain. Tetap tawakkal dan bersyukur. Rezeki akan datang dengan cara yang bisa jadi tak pernah kalian duga. Jadi, bergembiralah. Tak perlu berkecil hati karena hidup kita yang miskin seperti sekarang.”

Kutipan kalimat yang paling saya suka dan mungkin tak akan bosan mengulang kalimat itu, adalah : “Aku ceritakan kesedihanku kepada sungai, agar sungai mengajariku bagaimana mengalir tanpa sedikitpun mengeluh.” (Halaman 339)
Akhirnya Dahlan berhasil membeli sepatu dan sepeda dengan hasil melatih voli anak-anak orang kaya Pabrik Gula. Dengan pekerjaan yang menurut Dahlan ringan, melatih voli bisa mendapatkan uah yang besar. Dahlan mampu membeli sepeda temannya, Arif dan mampu membeli dua pasang sepatu, satu untuknya dan satu lagi untuk adiknya, Zain.

Hingga pada akhirnya Dahlan menyadari setelah dia menceritakan semua kesedihannya pada sungai yang mengalir, bahwa sepatu dan sepeda bukanlah cita-cita atau mimpi besar yang sebenarnya. Tetapi, Dahlan belum tahu apa cita-cita atau mimpi yang lebih besar dari sepatu dan sepeda.

Disiplin keras dan didikan tegas Bapak Dahlan menjelaskan kepadanya, bahwa tidak ada sesuatu yang bisa dia pandang enteng dan dari sana bermula nikmat kebersahajaan sebagai anak yang dibesarkan oleh lengan-lengan kemiskinan.

Rintihan dan erangan Zain, adik Dahlan, setiap menahan lapar menerangkan dengan jelas kepadanya bahwa rezeki bukanlah seperti hujan yang ditumpahkan Tuhan begitu saja. Tetapi Dahlan menyadari bahwa dia harus mencari sendiri rezeki itu, Harus.!

Bagaimana kelanjutan cerita Dahlan yang memilukan itu, banyak cerita dan kejadian yang menarik untuk kita simak, sangat inspiratif dan bikin candu untuk membacanya.  Bagaiman Dahlan bertahan hidup dalam kemiskinan.? Bagaiman Dahlan membahagiakan keluarganya.? Bagaimana Dahlan dapat berprestasi dengan keadaannya yang serba kekurangan.? Apa Dahlan akhirnya bisa memiliki sepatu dan sepeda.?

***

Kekurangan yang ada dalam buku ini adalah kesalahan dalam mencetak dan mengurutkan halaman. Ketika saya enak-enak membaca saya tidak sadar kalau saya membaca ulang halaman yang sudah saya baca sebelumnya. Saya mulai sadar karena saya beranggapan kenapa ceritanya jadi agak belibet ya, dan seperti sudah dibaca, ketika sadar dan sedikit membalik-balikkan halaman ternyata ada kesalahan dalam menata halaman, hal sepele ini cukup menggangu keasyikan dan keseriusan membaca.

Setelah saya membaca halaman 102, selanjutnya yang semestinya halaman 103 ternyata malah diulang lagi halaman 101 dan baliknya 102, kemudian baru halaman 103. (dengan catatan : Saya meminjam buku teman,  yang menurut saya itu buku bekas dan sudah di cetak ulang).

Terlepas dari kesalahan teknis dan sangat mendasar itu saya tidak bisa lagi menemukan apa yang kurang dari buku itu. Saya sangat menikmati rasa candu dalam diri saya untuk segera membuka halaman selanjutnya. Bahasa yang ringan dan logat bahasa jawanya yang kental membuat pembaca menjadi lebih muda mencerna dan enak dibaca. Ada selipan gambar sketsa yang meremajakan mata saat membaca. Sangat cantik. Banyak kisah tauladan yang inspiratif dan bermanfaat bagi si pembaca. Banyak pesan moral yang disampaikan dalam buku ini. Kita bisa banyak belajar nilai-nilai kehidupan dan mengajak pembaca untuk mampu benar-benar masuk dan berada dalam kisah itu. Pas kena di hati.

Kesan ketika saya membaca di awal-awal bab buku ini adalah gila, buku ini benar-benar buku yang bikin candu. Saya bisa meresapi tulisan Khrisna Pabichara ini dan menggebu – gebu untuk segera membalik halaman selanjutnya. Setelah membaca Trilogi Novel Inspiratif Dahlan Iskan yang pertama dengan judul  Sepatu Dahlan ini, dijamin kalian bakal nggak sabar untuk segera membaca bagian dari Trilogi Novel Inspiratif ini yang selanjutnya atau yang kedua dan yang ketiga. Saya korban candu membaca buku ini dan akan segera membaca buku selanjutnya.


Adib Hilman

Jawaban Bocah Soal Pekerjaan

Jawaban anak kecil selalu jujur. Belajarlah berkata jujur pada anak kecil.
Sekali waktu, saya pernah melontarkan pertanyaan pada adik saya. Adik saya masih berumur -/+ 8 tahun, dia baru duduk di sekolah dasar kelas 2. Dia anak bungsu dari 4 bersaudara. Dia suka sekali bermain dan beli jajan. Dia juga masih sangat menikmati masa kecilnya. Abil namanya.

Ceritanya waktu itu Abil minta uang jajan sama saya sepulang kerja. “Bang, Minta uang buat beli pentol.” sambil tangannya menengadah. “Berapa.?” Sahutku. “2000 biar dapet banyak.” Abil menjawab dengan semangat sambil senyum-senyum. Dengan sangat cepat saya mempunyai ide yang boleh dibilang licik, “Incak-Incak (Injek-injek) badan abang dulu hayo, nanti tak kasih 2000.” dengan memasang posisi untuk siap di incak-incak. Dengan semangat empat lima, Abil pun langsung menginjak-injak badan yang sudah kuperintah sebelumnya.

Waktu Abil menginjak-injak badan saya yang sedikit pegal-pegal karena pulang kerja, saya iseng bertanya, “Bil, kamu mau kerja, enak bil kerja dapet uang banyak bisa beli jajan sama mainan.?” tanpa ragu-ragu dan dengan tegas Abil menjawab, “Nggak mau.” Saya terperanga mendengar jawaban Abil, “Loh, kenapa bil? Kan enak uangnya banyak.” Mencoba meyakinkan Abil. Dengan polosnya Abil menjawab dengan sangat mudah dan tanpa beban, “nggak mau, nggak enak kerja, capek, pulangnya malem terus, nggak bisa maen. Terus dapet uangnya lama, nggak tiap hari. Males.” Saya tertawa mendengar jawaban polos Abil.

Mungkin yang adik saya lihat memang seperti itu adanya. Abil juga pernah minta uang jajan sama saya ketika lagi seret-seretnya pengeluaran. Saya pun bilang nggak punya uang, belum gajian. Besok dimintain lagi, jawaban saya juga masih sama. Hingga beberapa hari selanjutnya dia minta uang jajan sama Umah (Panggilan Ibu) atau Abi (Panggilan Ayah). Setelah sebelumnya meminta uang jajan sama Umah atau Abi, Beberapa hari kemudian Abil kembali meminta uang jajan sama saya, jawaban saya pun masih sama, kali ini saya bilang, “belum gajian bil, nggak punya uang, besok sabtu aja kalo bang udah gajian tak beliin es krim.” Abil pun dengan ringan menjawab, “Lama.e bang nggak punya uang.e (e = nya)” sambil memalingkan badan dan berjalan keluar.

Tak lama selepas percakapan itu, saya berfikir, semua yang dikatakan Abil itu benar, nggak ada yang salah. Dia berkata dari apa yang dia lihat. Yang dia tahu, yang bekerja itu punya uang banyak. Makanya dia selalu meminta uang jajan sama yang sudah kerja. Terbukti adik saya yang nomor dua, yang masih duduk di bangku SMK nggak pernah dimintain uang jajan. Yang dia tahu bekerja itu pulang sore, kadang malam, nggak bisa main sama temen. Yang dia tahu bekerja itu dapat uangnya lama, nggak tiap hari. Yang dia tahu bekerja itu capek. Ya, itu semua benar, nggak ada yang salah sedikitpun.

Aku Suka Mendung

Aku Suka Mendung ---- Images from google

Aku memang suka mendung. Tidak suka panas dan tidak suka dingin. Kenapa suka mendung.? Sekarang siapa yang nggak suka hawa yang sejuk. Sejuk disini dalam arti tidak terlalu dingin, panas juga tidak terlalu panas, matahari pun juga malu memancarkan cahayanya karena awan tebal mendominasi atap-atap langit. Seolah melindungi kita dari terik panas matahari dan menghindari kita dari kedinginan. Nikmatnya mendung.

Manusia, memang tempat salah, tempat untuk mengeluh, dan tak pernah puas. Itulah manusia. Kita mungkin sering diperlihatkan fenomena mengenai cuaca ini. Ketika matahari sangat tegas mengeluarkan teriknya, manusia mengeluh kepanasan, hawa yang panas, gerah, membuat cepat lelah dan lain-lain. Sedangkan ketika matahari malu-malu menampakkan dirinya dan di dominasi awan hitam yang pekat yang bisa menimbulkan hujan, manusia kembali berkilah, dia bilang dingin, banjir, nggak bisa keluar, ngerusak acara, mengganggu aktivitas luar dan lain-lain.

Padahal ketika panas sangat terik, kita mengharapkan hujan. Ketika hujan datang, kita mengharakan munculnya matahari. Ini bisa jadi tidak adil untuk kedua musim, kemarau dan hujan. Kita butuh penengah diantara cuaca yang tidak pernah ada benarnya di mata manusia. Hanya mendung yang bisa menjadi penengah. Ya, Mendung bisa jadi penetralisir kemarau dan hujan.

Ketika hawa panas dan terik, hanya mendung yang bisa memberi kita kesegaran. Bayangkan dan rasakan ketika anda merasa sedang gerah karena terik matahari yang menyengat, tak lama kemudian beberapa awan melindungi anda dengan menutup terik matahari yang panas dengan kumpulan awan yang menutup rapi cahaya matahari sehingga datang mendung. Kita akan merasa sejuk, semilir angin yang sangat memanjakan, seperti pelepas dahaga dari rasa haus karena gerah dan panas. Sungguh Nikmat bukan.

Mendung membawa kesejukkan, mendung membawa ketenangan, mendung membawa kenikmatan. Udah nggak panas dan nggak dingin, mendung tiba, dunia ini terasa lebih adil dan menentramkan.

Manusia memang tidak pernah puas. Ada saja diantara mereka yang bilang mendung akan sangat mengganggu aktivitas. Misal jemur pakaian atau menjemur apa saja atau mereka yang butuh terik matahari untuk aktivitasnya. Mereka mengeluh dengan kedatangan mendung. Tapi itulah faktanya.

Saya tak peduli. Bagi saya mendung tetap paling special. Saya sangat menikmati mendung. Aku suka mendung.

Adib hilman

Benar-Benar Jancok

Begini rupanya Nasi goreng Jancuk yang ORI -- Kalo yang KW mah di bungkus kertas minyak biasa tapi sama-sama jancuknya.

Benar-benar jancok, ya saya sengaja memakai judul itu. Seminggu yang lalu, saya diajak, ditraktir, boleh dibilang ditantang untuk makan Nasi Goreng Jancok yang menurut saya masih KW. Kenapa KW.? Ya, karena Nasi Goreng Jancok khas Kota Pahlawan Surabaya yang ORI ini bertempat di Restaurant Hotel Plaza Surabaya, dan bicara soal harga yang wow, memang pantas jika melihat tempat dan cara penyajiannya yang ada di Restaurant Hotel, jangan tanya berapa.? Cek langsung aja disini | Surabaya Plaza Hotel. Cara penyajian dan kokinya pun jelas beda dengan yang saya makan saat itu. Koki aslinya ada disana. Kebetulan saya makan Nasi Goreng Jancok KW itu di daerah Sidokare, Sidoarjo. Mulai dari koki, cara penyajian, tempat, dan harganyapun juga KW, hanya dengan Rp.6000,- kalian udah bisa mengumpat “jancok” kesana kemari karena kepedasan.

Mungkin untuk orang Jawa Timur terutama Surabaya sudah nggak asing lagi dengan kata-kata jancok ini. Jancok adalah umpatan yang diperbolehkan, umpatan yang sudah menjadi khas bahasa suroboyo ini adalah hal biasa yang sering dikatakan dan didengarkan oleh masyarakat-masyarakat Jawa Timur, terlebih lagi Ibukotanya, Surabaya. Asal muasal kata umpatan khas suroboyo, jancok ini saya pribadi masih belum tahu dari mana, tapi saya pernah lihat di youtube bagaimana asal muasal umpatan jancok itu, info dari teman saya. Kalo penasaran langsung berangkat ke youtube aja ya, nih saya kasih linknya | Asal mula kata jancuk.

Untuk yang belum tahu, saya akan menceritakan kembali dari artikel yang pernah saya baca tentang Nasi Goreng Jancok. Cerita dan asal mula nama kuliner khas suroboyo, Nasi Goreng Jancok ini berasal dari koki yang bekerja di salah satu restaurant, ketika seharian bekerja, Si koki pulang dengan sangat kelelahan, sesampainya dirumah ada temannya yang ingin dibuatkan Nasi Goreng yang pedas sama Si koki dengan sedikit memaksa, sampai-sampai Si koki emosi, “sek ta jancok, aku iki pegel” (Bentar dong jancok, aku masih capek) kata Si koki. Sepertinya Si koki nggak mau temennya lebih berisik, dibuatkanlah Nasi Goreng pedas permintaan teman-temannya. Karena Si koki memasak dengan keadaan emosi, Si koki memberikan porsi cabe yang banyak sekali. Singkat kata, Si koki menyajikan Nasi Gorengnya pada temannya, seteleh makan satu sendok pertama, temannya berkata, “jancok, pedese” (Jancok, pedes banget). Dari situlah inspirasi nama kuliner khas Surabaya ini tercipta.

Kembali ke laptop, eh ke topik, Hehehe. Memang sih, belakang ini sering denger dari mulut ke mulut soal Nasi Goreng Jancok yang ada di daerah Sidokare, Sidoarjo itu. Saya penasaran sebenarnya, tapi nggak ada waktu dan nggak ada duit buat nyobain kesana. Hehehe. Rezeki mamang nggak kemana, seminggu lalu saya di ajakin sama Si pacar buat makan Nasi Goreng Jancok ini, Okelah kita berangkat.

Ceritanya ini sudah dibeli dan mau dimakan :D

Dari baunya saja sudah kurang ajar, ketika saya coba makan sendok pertama, saya berkata, “emang benar-benar jancok nih nasih goreng”, pedesnya masyaallah. Beberapa sendok saya lahap dengan cepat dan menahan rasa pedas, dengan maksud supaya cepat habis. Tapi di tengah perjalanan makan, saya mulai tak berdaya, minum nggak teratur, keringat bercucuran bak sedang olahraga, mata berkaca-kaca seperti hendak mengeluarkan air mata “kepedasan” ya, bukan kesucian. Hehe. Merem melek, sangat pedas, luar biasa pedas. Meskipun sudah habis, lidah ini masih tak kuasa menahan pedasnya akibat Nasi Goreng Jancok itu, nafas mulai tersengal-sengal, hingga terselip satu kata terucap, “Benar-benar jancok”, parah, pedaaasss.

Tips Cara Menikmati Weekend Anti Galau

Gak perlu GALAU, kalo tau cara MENIKMATINYA

Hello teman semua ayo kita sambut, hari baru tlah tiba, loh kok malah nyanyi. Hehe…. Nggak kerasa nih udah weekend lagi, gimana sudah siaaappp.

Sebagimana menempati janji saya dalam postingan sebelumnya, Satnite Kontroversial.? Sebelum kalian akan menjalani malam krusial nan kontroversial ini, saya akan berbaik hati memberi Tips Bagaimana Cara Menikmati Weekend Anti Galau.

Sebelum terlambat, langsung aja nih gak pake banyak cincong, monggo disimak.

·  Jadikan weekend adalah harimu (Me Time)

Sebelum mendekati weekend, saya yakin kalian pasti sudah punya rencana mau ngapain aja weekend nanti. Lakukan apa yang kalian suka yang menurutmu bisa menjadikan kamu bebas apapaun yang kau suka, terlepas dari tanggung jawab yang bisa kau pinggul nantinya. Mungkin kalian weekend cuma perlu istirahat karena seminggu sudah kerja keras atau sedang dipusingkan dengan berbagai kegiatan dan kesibukan sehingga lelah datang menghampiri. Kalau udah gini, bisa dipastikan sangat dibutuhkan libur akhir pekan ini untuk istirahat. Jadikan weekend adalah harimu, kalian pasti tahu bagaimana cara menikmati weekend yang benar-benar weekend. Tingkat kesenangan dan nikmatnya weekend terletak pada dirimu sendiri. Lakukan sesukamu dengan caramu. Ini harimu.

·  Weekend nggak harus keluar rumah

Ketahuilah, weekend adalah hari yang ditunggu bagi mereka yang sudah berkeluarga sendiri khususnya, karena weekend adalah salah satu waktu keluarga, waktu kumpul dan sharing bersama seteleh seminggu mempunyai kesibukan masing-masing. Tidak harus kencan dengan pacar atau nongkrong bareng temen. Kalian juga bisa maen games sepuasnya dirumah, nonton TV/Film dirumah, baca buku, PS-an, internetan dan masih banyak lagi. Sepuasmu, Ini harimu guys.! Beri kepuasan/kesenangan/kenyamanan dirimu dimanapun.

·  Weekend nggak harus sama pacar/kekasih

Weekend itu hari bebas bagi anak muda, tapi masih dalam batas kewajaran ya bebasnya. Weekend nggak harus sama pacar/kekasih, jangan sampe deh, “malam minggu akan menjadi kelabu tanpa hadirmu disisiku”, bebas, bukannya nggak boleh sama pacar, tapi tidak harus. Mohon dipahami. Sama siapapun kita juga bisa merasa senang kalau kita membawa aura positif di malam minggu pada siapapun, siapa saja boleh, yang penting bisa menikmati dan mengambil “kebebasan” dalam menikmati malam minggu. Sekali lagi, asal bisa menikmati, sama siapa saja Oke. Lebih-lebih pacar/kekasih.

·  Weekend bicara soal menikmati, bukan meratapi

Apaan tuh maksudnya.? Weekend memang bicara soal bagaimana kita menikmati dan memanfaatkan hari libur akhir pekan ini. Banyak cara mengekspresikan libur akhir pekan ini. Asal kalian bisa menikmati, kalian akan merasakan dan mendambakan nikmatnya weekend. Bukannya meratapi, bukan untuk ajang galau dan sejenisnya. Kalau cara buat senang dan bahagia banyak kenapa harus milih galau dan sejenisnya.?

·  Ambil inspirasi weekend dari iklan U Mild versi “Weekend”

Udah tahu dong iklan U Mild versi “Weekend”, nih ada ilustrasinya singkat, sedikit saya improve juga sih, tapi yang jelas iklan itu sangat menginspirasi.  (1) Weekend ngga harus malam minggu, jiwa muda yang bebas tapi bertanggung jawab ini bisa menikmati weekend disetiap harinya karena memang mereka bisa menikmati situasi apapun ditiap harinya. (2) Weekend nggak harus keluar rumah, disini juga menunjukkan adegan anak muda yang hanya nonton bola dirumah sama temennya, itu udah terlihat seru, gokil dan sangat menikmati. (3) Video call-an buat yang punya pacar , dunia sudah canggih guys, banyak cara dan mereka sangat menikmati. (4) Barbeque-an dirumah bareng temen-temen dan lagi-lagi mereka sangat menikmati. (5) Ada juga yang diisi dengan molor, ya mungkin dia capek dan ingin mengistirahatkan raganya, selama mereka menikmati, ngapain aja itu pasti mantab.

Uda cukup kali ya, kalian juga bisa menambahkan contoh yang kurang lebih sama. Dari sini kita bisa mengambil kesimpulannya. Jangan suka mendramatisir keadaan, kita adalah pengendali diri kita, apapun cara menikmati akhir pekan ini, asal kalian menikmati dan enjoy, itu lebih dari cukup. Nggak ada yang special di akhir pekan selain kita sendiri yang menciptakannya menjadi special dengan menikmati apapun acara malam minggu kita. Apapun cara atau apapun yang kalian mau asal kalian bisa menikmati dan enjoy. Lengkap sudah, tak ada lagi satnite/malam minggu yang kontroversial.

Happy Saturday Night. Keep Calm and Party on Satnite.


Dewasa Itu Menyenangkan, Tapi Sulit Buat di Jalani

Images from http://aksara.wap.sh/

Bicara soal keinginan-keinginan waktu kecil. Semua pasti mempunyai keinginan yang akan diwujudkan ketika dewasa. Seolah itu menjadi target terdekat dalam hidup ini, meskipun saat itu kita belum bisa membedakan mana itu keinginan dan mana itu kebutuhan, apalagi mengenal arti hidup yang sesungguhnya. Yang jelas, bagi seorang anak kecil, apa yang mereka lihat, mereka suka, itulah yang mereka inginkan, “Children See, Children Do”, anak melihat, anak lakukan.


Ketika mereka melihat sosok seorang ayah yang bekerja, setiap pulang kerja biasa membelikan oleh-oleh makanan, bisa beli ini itu untuk keperluan keluarga, tapi dari kacamata seorang anak kecil melihat fenomena itu, “Enak ya, kalo uda gede bisa kerja dapet uang dan bisa beli macem-macem”. Pernah suatu ketika saya masih duduk dibangku sekolah dasar, entahlah umur berapa saya saat itu. Saya pernah menginginkan dan mengimpikan ketika sudah besar kelak saya ingin langsung bekerja setelah lulus SMA, bisa membeli apa saja keinginan saya tanpa harus melalui izin orang tua untuk dapat membeli sesuatu seperti waktu kecil, bisa beli ini itu, apapun dengan uang sendiri tanpa harus meminta-minta uang sama orang tua. Keinginan dan mimpi yang wajar bagi seorang anak kecil berusia sekitar -/+ 10 tahun yang masih polos.


Mungkin saat itu saya pernah beranggapan, “enak paling ya, jadi orang gede yang mandiri, bisa kerja sama kuliah di universitas pake uang sendiri, bisa beli ini itu, Wess, ndang lulus ndang kerjo ndang enak (Udah, cepat lulus, cepet kerja, cepet enak)”, tanpa menyusahkan dan merepotkan orang tua, semua uang sendiri dari hasil memeras keringat. Sangat menyenangkan menjadi seorang dewasa pada saat itu.


Seiring berjalannya waktu, singkat kata singkat cerita. Saya tumbuh menjadi seorang remaja yang tumbuh dewasa. Keinginan pertama sudah saya raih dengan mampu bekerja setelah lulus SMA, hanya butuh dua minggu setelah di wisuda saya sudah resmi menjadi karyawan sebuah perusahaan di Surabaya. Keinginan atau mimpi jangka pendek saya sudah terwujud, saatnya menjalankan misi dengan membeli apapun yang saya mau. Mulai hadir satu persatu, saat itu saya ingin membeli sepeda motor, karena selama sekolah, saya hanya mampu berangan-angan tuk memilikinya karena memang saat itu belum di izinkan atau beberapa alasan dari orang tua saya sehingga tidak bisa membelikan saya sepeda motor, tapi disisi lain saya sangat mengerti situasi finasial keluarga saya saat itu. Oke, saya punya sepeda motor sendiri, meskipun kredit, yang penting hasil keringat sendiri.


Saatnya lanjut menuntaskan misi kedua, yaitu sekolah lagi di perguruan tinggi tanpa meminta biaya sepeserpun pada orang tua dengan maksud, yang pertama meraih impian jangka pendek saat masih duduk di sekolah dasar, yang kedua agar orang tua merasa bangga melihat anaknya saat ini mandiri dan mampu menjawab keinginan orang tua, yaitu “saya harus kuliah”. Dengan penuh perjuangan, saya akhirnya mampu dan memilih kuliah di salah satu universitas swasta sidoarjo, terpenuhi sudah keinginan saya pada masa kecil, bekerja, bisa beli yang saya mau serta kuliah dengan biaya mandiri, murni hasil keringat sendiri.


Waktu terus berjalan, saya sudah mulai disuguhkan dengan tantangan-tantangan kehidupan, diajarkan banyak arti kehidupan dan kerasnya kehidupan ini yang membuatku bernostalgia (flashback) mengingat  masa kecilku. Hidup ini tak semudah seperti yang dibayangkan saat kecil, yang tadinya saya pikir menjadi dewasa itu enak, karena bisa membeli apapun yang disuka dengan uang sendiri tanpa meminta-minta orang tua dan faktanya ketika dewasa dan melewati itu semua, saya kembali berpikir, jadi dewasa itu tidak mudah, banyak rintangan dan tantangan yang sebenarnya itu hanya batu loncatan menuju arah kesuksesan kita yang sesungguhnya.
Seperti cuplikan kata-kata dalam iklan TVC dari salah satu provider jaringan telepon, “Jadi dewasa itu menyenangkan, tapi sulit buat dijalani”.



Adib Hilman


Satnite Kontroversial.?

Gimana nih weekend kali ini, loloskah kalian dari jurang kegalauan. Hehe…. Atau kalian sudah merasakan nikmatnya satnite/weekend.

Satnite kontroversial.? Hmm, ya ya ya. Faktanya malam minggu adalah malam paling kontroversial diantara malam-malam biasanya. Tunggu dulu , kok satnite sih.? Satnite apaan.? Sebeneranya sih satnite adalah singkatan dalam bahasa inggris ya, “Sat” disini kepanjangannya adalah Saturday (Sabtu), sedangkan “nite/night” adalah bahasa inggris dari malam. So, “Satnite” adalah sabtu malam atau kita biasa menyebutnya malam minggu.

Kenapa kontroversial.? Kontroversial apaan sih.? Kalau kontroversial sifatnya adalah selalu menimbulkan perdebatan, pertentangan karena memiliki berbagai macam pandangan orang yang menilai. Jadi tambah nggak ngerti deh, kok bisa kontroversial.? Apanya ya yang diperdebatkan.? Satnite kontroversial berarti malam minggu yang selalu menimbulkan perdebatan dong. Hmmmm…..

Beberapa orang yang beranggapan bahwa malam minggu adalah malam paling kontroversial, bisa jadi semua orang juga menganggap seperti itu. Ada yang bilang malam minggu adalah malam yang paling ditunggu karena ingin menikmati libur akhir pekan bersama orang-orang disekitar, ada juga yang tidak sependapat dengan itu karena sibuk dengan kegalauan yang dibuat dan diratapinya sendiri dengan berbagai alasan. Sehingga takut jikalau satnite tiba, sayang sekali. Dari sedikit kalimat ini saja sudah terlihat kontroversi.

Kita buktikan disini.

Dalam Konteks Orang Pacaran :

Karena memang malam minggu adalah malam antara hidup dan mati bagi para pasangan muda, kenapa bisa gitu.? Pilih mana, kencan, apel, shopping, dinner, nonton bioskop atau kamu bakal dicuekin, didiemin, di-ambekin, dimarahi mungkin sama pacar kamu dan berujung pada pertengkaran, debat, dan sejenisnya setelah itu fase akhirnya adalah kegalauan. Malam paling sensitif dan malam rawan galau. Jadi disarankan malam minggu jangan buka sosmed (Sosial Media) apapun itu, karena sekalinya kamu Login, derasnya aliran kata-kata, kalimat-kalimat galau berserakan menerjang bak air bah. Galau itu menular loh. Hehe. Tapi perlu ditekankan, itu nggak semua, ini dilihat jika kita memandang orang yang pacaran dalam hal menikmati malam minggu, tapi kebanyakan fakta publiknya seperti itu.  Ada pro dan kontra kan.? Timbul pertentangan. Inilah maksud kontroversinya dalam konteks orang pacaran.



Daripada SATNITE GALAU kaya begini. Hahaha



Dalam Konteks Ke-jomblo-an :

Nggak hanya orang yang berpacaran saja yang bisa galau, yang jomblo pun nggak mau kalah, mereka juga bisa galau, Nah Loh. Sebenarnya jomblo sangat berpeluang besar bisa menikmati akhir pekannya, mereka lebih bebas mengexplore apa saja keinginannya. Tetapi banyak juga jomblo galau yang meratapi nasibnya di malam minggu dan meramaikan kontes galau di media sosial. Biasanya yang digalauin sih beda ya sama yang nggak jomblo, bedanya, mereka suka galau mau malming-an (malam minggu) kemana, enaknya ngapain, sama siapa, dan para jomblowers mempunyai senjata andalan, yaitu………….. Duit/Uang. Kenapa duit.? Bayangin saja mau kemana lagi si jomblo kalau lagi nggak ada duit. Dan UTAMANYA yang paling digalauin memang karena kapasitas ketebalan dompet, sebenarnya. Dompet tebel bahagia dan bisa ngelakuin yang mereka mau, dompet kanker stadium 4, galau, letih, lesu, lunglai, lemah tak berdaya sedangkan KEDUA, yang paling bikin galau adalah kalau nggak ada liga inggris/siaran bola di TV. Jika tingkat galau yang UTAMA dan KEDUA digabungkan, udah nggak ada duit, liga inggris libur, ditambah lagi handphone dan jejaring sosial sepi pengunjung, astaghirullahhh ini bahaya, bisa melebihi orang keterbelakangan mental sekalipun. Naudzubillah Hahaha (Its Like Drama). Udah ah, kasian ngomongin si jomblo terus.

Dalam konteks orang kantoran/pegawai :

Jangan salah, pegawai juga juga bisa galau. Karena konteks ini juga berkaitan dengan konteks pacaran dan konteks jomblowers. Pegawai juga manusia yang memiliki cinta, ada yang pacaran, ada juga yang jomblo, jadi sangat terkait. Cekidot. Biasanya kasusnya begini. Biasanya loh ya biasanya, para pekerja memang selalu menanti akhir pekan mungkin untuk beristirahat, selain menanti gaji loh ya. Umumnya, dalam menikmati akhir pekan, pegawai paling suka menghabiskan waktu untuk tidur (Istirahat), meskipun nggak semuanya, dan memilih hari minggu sebagi hari refreshing bersama keluarga (untuk yang sudah berkeluarga), refreshing bareng temen (bagi para jomblowers “yang beruntung”), refreshing bareng pacar (bagi yang punya pacar). Itu untuk libur akhir pekan dua hari, sabtu dan minggu, sedangkan untuk yang hanya hari minggu, justru hari minggu adalah hari istirahat dan pemulihan setelah seminggu dalam kesibukan. Sangat kontroversial.

“Kita tidak membahas yang sudah berkeluarga karena udah pasti mereka bahagia.

Oke kita pilah lagi menjadi pegawai yang punya pacar dan pegawai jomblo.

·  Untuk pegawai yang punya pacar : 

    Kontroversinya adalah ketika kamu yang kerja butuh dan pengen weekend ini cuma dibuat istirahat, itu bakal dibingungkan dengan agenda temu pacar, kencan, apel, atau apalah itu. Itu sih wajar. Seminggu tak jumpa karena kesibukan masing-masing dan weekend waktu yang paling tepat untuk sekedar menawar rindu, tapi apa daya lelah sudah menyelimuti, kamu (pegawai) sudah memilih tuk istirahat karena memang lelah tapi disisi lain pasangan kamu menginginkan itu (ketemu, kencan, apel, dll) tetapi tidak bisa dan tetap memilih untuk istirahat. Ini sangat tergantung bagaimana kalian yang pacaran bisa menyelesaikan masalah ini. Tak sedikit karena hal ini bisa menimbulkan perdebatan, pertengkaran dan sejenisnya. Kontroversial bukan.


·      Untuk pegawai yang jomblo :  

    Kontroversinya adalah seperti yang saya katakan tadi, hanya dua, yaitu ketebalan dompet dan liburnya siaran bola ditambah lagi handphone dan jejaring social sepi pengunjung. Ini juga bisa menimbulkan perdebatan dengan diri sendiri. Untuk kasus ini, tergantung bagaimana kita mengontrol diri dan berfikir positif dalam berbagai hal sehingga bisa menikmati weekend yang indah ini. Kontroversial bukan.

Lagi-lagi saya tekankan, tidak semua seperti itu, ini hanya segelintir salah satu contoh kasus dan tidak menyinggung pihak manapun, ini hanya berdasarkan fakta dan cerita yang ada disekitar.

Dari ulasan diatas sudah terlihat, yang membuat weekend/satnite/malming ini menjadi sangat kontroversial adalah diri kita masing-masing karena memang kita sendiri yang membuatnya dengan cara mendramatisir keadaan yang ada, bukan menikmati moment ini dengan buanyak cara yang kita inginkan. Weekend adalah hari kebebasan kita semua. Kita penentu arahnya, mau kalian apakan moment dan kesempatan weekend ini, kasarnya, pilih mana, mau galau atau mau seneng-seneng. Itu tergantung kalian. Buat apa weekend/satnite yang mestinya kita menikmati itu tetapi kalian lebih memilih galau yang dibuat sendiri dengan cara mendaramatisir keadaan. Positif, semua itu berawal dari diri sendiri guys. Apapun caranya asal kamu bisa menikmati moment itu dengan caramu. Enjoy your day, this is a weekend.
Gini deh. Apa nggak rugi kalian tiap malam minggu galau nggak penting, kenapa nggak dinikmati dan syukuri aja keadaan kita sekarang masih bisa ngerasain nikmatnya weekend, ada loh pekerja kantor mungkin yang masih lembur, pelajar yang lembur tugas. Jika kita berfikir positif semua akan menjadi positif.

Nih aku mau tunjukkin indahnya satnite/malam minggu/weekend atau apalah itu dengan Tips Bagaimama Cara MenikmatiSatnite/Weekend Anti Galau. Positif guys, jangan latah sama yang jelek-jelek. Malam minggu galau, ngikuuutt semua. Hidup masa muda ini indah jika kita tau cara menikmatinya.

Lewat sini nih kalau mau tau Cara Menikmati Satnite Anti Galau. Tapi sabar dulu yaaa, secepatnya saya posting. :D

Adib Hilman

Kurang Efektifnya Tombol Penyeberangan

Saat ini banyak berserakan dimana-mana Tombol penyeberangan untuk pejalan kaki, hal ini disediakan guna memberikan kenyamanan dan ketertiban sehingga dapat meminimalisir kecelakaan pagi pengguna jalan. Mungkin bagi kalian yang belum tahu karena mungkin di kota kalian masih belum ada tombol penyeberangan, tapi sepertinya ini sudah tersedia di banyak tempat. Bagi yang belum tahu, Tombol penyeberangan merupakan tombol khusus bagi pejalan kaki yang akan menyeberang jalan, saat tombol dipencet maka lampu lalu lintas menyala merah dan kendaraan bermotor diwajibkan untuk berhenti, biasanya menimbulkan bunyi "tetot, tetot, tetot" sampai lampu menjadi hijau, memberi kesempatan bagi penyeberang jalan.

Tapi faktanya pada saat ini, menurut saya tombol penyeberangan ini kurang efektif dibanding jembatan penyeberangan lain, atau mungkin zebra cross di lampu merah "beneran" bukan yang "dibuat-buat" hehehe. . kenapa saya bilang dibuat-buat, gimana enggak, prosedur menyeberangnya, kita harus memencet tombol yang tersedia sehingga lampu lalu lintas (Lampu Merah) itu menunjukkan warna merah. jika tidak dipencet, lampu akan hijau terus. Langsung aja, ini faktor yang menyebabkan kurang efektifnya tombol penyeberangan ini, menurut saya loh ya menurut saya. hehe. . .

  • Banyak yang melanggar
       Tombol penyeberangan ini banyak yang melanggar karena mungkin penempatan tombol penyeberangan ini tidak tepatsehingga mungkin pengendara berfikir, yang mau menyebrang orang satu aja pake "mencet" dan buat berenti banyak pengendara. mungkin karena alasan ini pengendara banyak yang melanggar. atau mungkin alasan klasiknya yakni terburu-buru.

  • Lebih aman Jembatan penyeberangan
    Kenapa lebih aman? dalam hal ini pejalan kaki tidak perlu repot-repot memencet dan menunggu berhenti pengendara motor tetapi langsung menyebrang via udara. hehe, ini dijamin aman sentosa.

  • Masih tergolong bahaya

        Kenapa.? karena situasi ini terjadi dalam jalan-jalan besar dan terkadang membuat pengendara berhenti secara mendadak, bahkan kadang masih ada yang menambah kecepatan untuk segera melalui lampu penyeberangan padahal sudah ada pejalan kaki yang mulai menyebrang.

  • Boleh jadi penambah kemacetan

     Kenapa.? karena banyak yang melanggar, hal ini membuat macet ketika dalam tombol penyeberangan menunjukan lampu merah, sebagian ada yang mentaati dengan berhenti, tetapi sebagian lagi ada yang menerobos. hal ini alur jalanan menjadi tidak lancar dan bisa menimbulkan kemacetan.



Mungkin itu pendapat saya tentang ketidakefektifan tombol penyeberangan itu, ini hanya opini saya, barangkali ada yang ingin menyanggah, membenarkan atau bahkan yang setuju dan tidak setuju sama saya sangat saya hargai. saya hanya berbagi dan berbagi pendapat. Untuk solusi dalam hal ini adalah "Tergantung diri kita masing", untuk apa dibuatkan peraturan hanya untuk dilanggar, taatilah rambu dan marka jalan karena itu semata-mata demi ketertiban, kenyamanan, dan keselamatan bagi pengguna jalan. Ayo rubah menjadi lebih baik. Peraturan dibuat untuk menjadikannya lebih baik, bukan malah membuat keadaan semakin buruk dengan melanggarnya. Tombol penyeberangan ini memang tidak se-efektif jembatan penyebarangan, tapi apa daya ini sudah dibuat dan sudah direalisasikan, tinggal kita bagaimana menyikapinya.

adib hillman


Antara Usaha Menuju Sukses dan Usaha Hanya Sekedar Bertahan Hidup

Judul yang amat sangat memilukan. Hidup ini memang didesain sedemikian mungkin untuk bisa meraih impian-impian menuju sukses merupakan tujuan mutlak anda sekalian. Hidup ini adalah jembatan penghubung kemana kita ingin pergi (Kesuksesan/Impian anda), apabila kita tidak mempunyai tujuan dalam hidup, hidup ini terasa seperti hambar dan biasa saja tetapi jika kita menginginkan tantangan, ketika tiba tantangan itu, lalu anda banyak beralasan, mengeluh, malas yang mungkin anda membuat alasan kuat terhadap itu. Kita penentu kesuksesan kita, bukan orang lain. Hanya kita dan tindakan kita yang akan mewujudkan semua impian anda. Sukses adalah bicara soal gairah, komitmen,  perjuangan, tidak ada kata menyerah atau mundur atau bahkan lari dari kenyataan, kemudian sukses. Kita harus bersedia berjuang untuk meraih impian kita, kita juga harus bertindak melakukan apa yang memang harus dilakukan, sampai waktu yang memang diperlukan untuk kemudian kita bisa mencicipi kesuksesan (dalam hal apapun).

Banyak calon pemenang di dunia ini yang masih berjuang untuk meraih kesuksesan atau impiannya, tapi banyak juga yang memilih untuk menyerah dan berhenti di tengah jalan. Itu sangat disayangkan, mereka akan menyesalinya nanti. Hidup ini memang didesain dengan menciptakan tujuan hidup yang harus anda buat dan anda raih, jika anda memilih untuk berhenti atau menghapus mimpi anda ditengah jalan, alangkah menyesalnya anda nanti, tak ada makna dalam hidup anda. Jika mungkin anda termasuk golongan yang mampu meraih mimpi itu dengan penuh perjuangan yang diwujudkan dengan tindakan yang harus mereka lakukan sampai waktu yang memang dibutuhkan. Wujudkan.! Ada juga termasuk dari golongan anda yang mempunyai mimpi yang ingin dia raih tapi mereka harus bersusah-susah payah terlebih dahulu untuk “mensukseskan kehidupannya” terlebih dahulu sebelum anda berkomitmen dalam meraih mimpi.

Maksud mensukseskan kehidupan disini adalah mensukseskan terlebih dahulu masalah – masalah kehidupan, seperti misalnya masalah kemampuan mensejahterakan diri dan keluarga. Kita hidup di dunia ini juga ada yang mampu dan ada juga yang tidak, faktor ini sangat mempaengaruhi menurut dan dengan pengalaman saya. Ketika anda termasuk golongan yang mampu, beruntunglah anda, mimpi anda tinggal selangkah lagi, tapi ketika yang tidak, “sukseskan kehidupanmu” dulu sebelum mengejar dan meraih cita-cita atau imipian mu berikutnya. “Raih kesuksesan-kesuksesan kecil dalam kehidupanmu sebelum meraih kesuksesan-kesuksesan besar dalam impianmu”.

Semua berhak meraih bermimpi dan meuwjudkannya | Miskin / Tidak mampu bukan penghalang mutlak mimpi anda


Gimana kalau misalnya anak seorang tak mampu memiliki cita-cita atau impian yang ingin ia raih, ia berusaha keras, ia juga bertindak tapi apa daya tidak bisa mendapatkan sarana dan prasana untuk menunjang tindakannya karena status sosialnya itu, apa dunia sekejam itu menutup pintu impian pada seorang pemimpi yang ingin menjadikan itu nyata.? Semua itu ada cara dan jalan keluarnya. Maka dari itu jangan berkecil hati, teruslah berjuang  “sukseskan dahulu kehidupanmu”, setelah sukses lanjutkan membuka buku impianmu yang selama itu tertutup dan berdebu.

Allah menghargai orang-orang yang mempunyai komitmen. Lakukan.! Keajaiban akan mengelilingi anda. Semua berproses, Allah menilai ketika kita mulai bertindak menyeleseikan sesuatu dan tidak mudah mengeluh dan menyerah. Semua orang BERHAK sukses, tak memandang apapun itu.

Sukses memiliki arti yang sangat luas. Menurut saya pribadi sukses adalah output atau hasil dari sebuah kerja keras, komitmen,  perjuangan, pantang menyerah, betindak, bertindak, bertindak, dan bertindak. Sebesar apapun impian anda tanpa disertai dengan tindakan itu adalah omong kosong. Jika anda berhasil mendapatkan sesuatu, keinginan, atau impian anda melalu proses yang saya sebutkan diatas, anda sudah bisa dikatakan orang sukses. Tetapi jika anda meraih sesuatu dengan instan tanpa adanya keringat dalam usaha, saya ragu mengatakan orang itu adalah orang yang sukses. Setelah saya membaca buku inspiratif dari kisah Ruben Gonzalez, dia merubah jalan pikiran saya, dia mengatakan “Lakukan saja, walau ketakutan menghantuimu, ketakutan itu akan hilang dengan sendirinya.” Ketakutan bagaikan tirai asap, lakukan saja, maka ketakutan akan hilang dengan sendirinya. Kita bisa mengambil pelajaran dari kalimat itu. Jangan kita takut dengan apapun yang terjadi di dunia ini, itu hanya perasaan negatif dalam diri anda yang akan menarik anda kebawah bukan atas. Lawan ketakuan itu dengan tegar dan berani menghadapinya dengan tetap melakukan tindakan-tindakan meskipun anda sendiri takut, tapi percayalah, jaring penyelamat akan segera datang.

Bicara soal usaha untuk meraih kesuksesan dan usaha sekedar bertahan hidup. Dalam hal itu, semua perlu tindakan dan komitmen. Mengerahkan segala macam usaha dan perjuangan. Ini tidak ada yang salah. Itu semua adalah perjalanan menuju sukses mereka. Seperti yang saya katakan tadi, sukses memiliki arti yang luas. Sebenarnya, semua orang di dunia ini berpotensi sukses dalam bidang dan kehidupannya masing-masing. Kita bisa mendefinisakan sukses itu luas sekali asal memiliki kriteria sukses, yaitu bergairah dan berkomitmen tuk meraih hasil, berani, bertindak, bertindak, bertindak, pantang menyerah, melakukan banyak sesuatu yang harus dilakukan untuk sukses sampai batas waktu yang memang diperlukan, maka hasil kahir atau outputnya adalah kesuksesan. Keberuntungan dan keajaiban akan mengelilingi mereka yang mempunyai komitmen kuat dalam meraih kesuksesannya (apapun itu).

Hadapi, jalani setiap jalan kehidupan yang anda lalui, lakukan dan ciptakan kesuksesan anda sedikit demi sedikit sampai anda saatnya mengalihkan semuanya untuk membuat komitmen dengan diri anda sendiri untuk meraih dan mewujudkan impian besar anda. Tidak ada masalah dengan judul diatas, raih setiap kesuksesan kecil untuk meraih kesuksesan yang lebih besar, hadapi apa yang perlu dihadapi dihadapan kalian sebelum kalian menghadapi beberapa tingkatan hidup selanjutnya sampai pada puncak ketinggian yang sebenarnya, anda akan merasakan sukses yang sebenarnya. Jalani hidup ini dengan penuh perjuangan dan usaha maka keajaiban dan keberuntungan akan mengelilingi anda. Sukses itu luas artinya. Jadilah yang tebaik dalam setiap kehidupan, tunjukkan dan buktikan pada dunia bahwa anda adalah pemenang dalam segala macam kompetisi kehidupan.

Tulisan ini saya tulis berdasarkan pengalaman pribadi saya yang masih berjuang memperbaiki dan “mensukseskan kehidupan” saya terlebih dahulu sebelum membuat komitmen dan mulai bersungguh-sungguh meraih impian saya meskipun saya saat ini telah melakukan tindakan nyata tuk meraih impian saya tapi disisi lain saya tengah berjuang “mensukseskan kehidupan” saya dahulu. Saya kemudian disadarkan dan dibakar gairah saya dengan buku inspiratif Ruben Gonzalez “The Courage to Succeed – Jadikan hidup sebagai mahakarya”. Buku itu mampu merubah mindset saya dalam berfikir tentang kehidupan dan mampu memberi inspirasi tiada batas. Buku itu sangat rekomen banget.

Dengan itu saya menjadi tidak bingung dan galau mengenai “antara usaha menuju kesuksesan dan usaha untuk sekerdar bertahan hidup”. Saya penentu arah hidup saya, saya adalah kemudi kemana saya akan pergi dan bagaimana saya sukses, saya punya tujuan, penentu kesuksesan adalah diri kita sendiri, BUKAN orang lain. Karena saya juga yakin, Allah melihat dari proses, jika prosesnya dia percaya, gigih dan mempunyai gairah atau komitmen tinggi tuk bisa meraihnya maka outputnya adalah manisnya kesuksesan. Sesungguhnya Allah juga menghargai komitmen. Tugas kita sebagai seorang pemenang hanya memberi yang terbaik sekuat tenaga dan usaha kita. Jalani walau berat, hadapi walau takut, percayalah, keburuntungan, keajaiban, dan penyelamat akan menaungi anda, Amiinn.

Antara usaha menuju sukses dan usaha hanya sekedar bertahan hidup merupakan proses, dan dalam proses itu ada keberanian, kerja keras, tindakan, dan lain lain yang semua itu adalah salah satu prinsip-prinsip sukses. Seperti yang katakan sebelumnya “Raih kesuksesan-kesuksesan kecil sebelum meraih kesuksesan besar dan impian anda”. Anda adalah pemenang.! Percayalah.!