Path : Sosial Media Pertama yang Menerapkan Teori Ilmu Sosial

Path

Haaayyyyy, lama saya tak menulis di blog perawan saya ini, blog masih baru maksudnya. Hehe
Iya nih, kalo saya mau cerita alasan kenapa lama nggak nulis di blog, jawabannya mah udah klasik banget, itu - itu aja, tapi emang itu. Hehe. So, lupakan.! Maklumi hamba allah satu ini yaaa. . .

Okeh, nih saya mau bagi-bagi ilmu keren dari sebuah sosial media yang boleh dibilang baru ini, Ya, Path. Tau dong Path.? Meskipun belum pada pake, tapi nama ini sudah nggak asing di telinga anak gaul dan #GenerasiMerunduk (Penikmat Gadjet / Smartphone) lainnya. 

Langsung aja deh, tak usah banyak cakap, nih infonya.


Jika di Twitter, celebrity seperti Ashton Kutcher bisa memiliki jutaan follower maka hal itu tidak akan bisa dilakukan di social media Path. 


Path dibuat tidak semata-mata untuk meramaikan dunia social media yang kini marak untuk menandingi Facebook juga Twitter. CEO Path Dave Morin, mengatakan kalau Path didesain berdasar sebuah teori ilmu sosial yang dikembangkan oleh seorang profesor di Oxford University.

Pada awalnya Path membatasi pertemanan hanya untuk 50 orang saja sehingga Anda tidak akan bisa memiliki ribuan teman seperti di Facebook atau jutaan follower seperti di Twitter. Namun kini Path telah mengembangkan batas pertemanan itu hingga 150 orang.

“Kami memilih angka 50 itu berdasar sebuah riset yang dilakukan oleh Professor Robin Dunbar, seorang profesor Evolutionary Psychology. Profesor Dunbar menyarankan agar pertemanan hanya dibatasi pada angka 150 orang saja karena 150 adalah jumlah maksimum hubungan sosial yang bisa dipertahankan oleh otak manusia setiap waktu.”
Riset yang dilakukan profesor Dunbar juga menunjukkan bahwa hubungan personal cenderung akan meluas sampai kisaran tiga. Artinya, jika Anda memiliki 5 teman yang Anda anggap sebagai teman terdekat, 20 orang sebagai teman biasa maka 50 adalah batas personal networks yang Anda miliki.


“Itu adalah jumlah orang yang bisa kita percaya, orang-orang yang mendapat kepercayaan dari kita dan kita anggap sebagai orang paling penting dan berharga dalam hidup kita.”


Well, teori pertemanan itu memang melibatkan hitungan matematis yang sedikit rumit tapi sebenarnya inti dari teori sosial dalam hal pertemanan itu adalah; Anda secara teori akan bisa menjadi diri Anda sendiri ketika menggunakan Path. Dengan membuat akun di path dengan batasan teman 150 orang maka Anda tidak akan khawatir mendapatkan komen atau pesan yang ‘salah’ di salah satu foto yang Anda upload. Lebih jauh, orang-orang yang ada di friends list Anda adalah orang-orang yang benar-benar Anda kenal sehingga kemungkinan terjadi kesalahpahaman dalam komentar/pesan atau hal-hal lain yang Anda tulis di Path akan sangat kecil sekali. 

Path app telah tersedia untuk Anda
pengguna iPhone juga Android smartphone, gratis. Siap meninggalkan wall Facebook Anda yang penuh iklan?


Penampakan Path 1

Penampakan Path 2

 Udah ya, Segini dulu. Semoga bermanfaat. Terlebih buat saya. Ya, karena saya adalah mahasiswa Ilmu Komunikasi yang tidak lepas belajar tentang ilmu sosial. . .
Dengan ini, Media sosial tidak hanya dapat menuai kritikan dan pandangan negatif dari penggunanya karena kasus-kasus sebelumya, ada ilmu dibalik itu semua. Path belajar dari pengalaman dan fenomena media sosial yang ada. Mantabbbb
Ayo belajar, jika ada salah dan keliru paham, silahkan sharing di kolom komentar yang tersedia.


Sumber : social-media.gopego.com


Luncurkan Jersey Baru, Chelsea Makin Membiru dengan Konsep "Forever Blue"

Forever Blue

Ini nih yang saya paling tunggu-tunggu dari Chelsea, Club Favorite saya. Chelsea selalu menyuguhkan iklan yang menarik perhatian dalam peluncuran jersey terbarunya. Sama halnya dengan tahun kemaren, Chelsea jug mengkonsep sedemikian rupa dalam peluncuran jersey terbarunya, tahun inipun sama. Chelsea meluncurkan jersey terbaru dengan membuat iklan bertema "FOREVER BLUE".

Ini Club Gue, Mana Club Loe. Hahaha


*****

Chelsea dan adidas akhirnya merilis jersey home yang akan dipakai The Blues untuk musim kompetisi 2014-2015 mendatang.

Warna biru masih mendominasi pada jersey baru tersebut. Jersey baru ini didesain menggunakan engineered fabric yang menunjukkan warna biru yang kontras di panel depan, termasuk desain garis dua warna, dan menggunakan teknologi premium adidas terbaru seperti bahan yang unggul dalam membantu sirkulasi udara, ClimaCool. Desain ini mengambil inspirasi dari seragam klub di akhir 1980an dan awal 1990an.

Ada catatan menarik dari Bola.net :
Dalam kampanye komersial berdurasi kurang dari 2 menit tersebut, kita bisa menyaksikan tubuh dari bintang Chelsea seperti Oscar, Eden Hazard, Petr Cech, Gary Cahill, dan Fernando Torres, diselimuti lapisan warna biru secara total. Menariknya, dua pemain yang kontraknya bakal habis akhir musim ini, Frank Lampard dan John Terry, absen di video buatan apparel Adidas ini. Sedangkan striker yang digadang-gadang bakal didepak, Torres, justru malah hadir.
Chelsea Football Club dan adidas dengan gembira mengungkap seragam kandang terbaru untuk musim 2014/15, yang sudah bisa mulai dipesan lewat sekarang.

Seragam terbaru ini diluncurkan dengan kampanye yang baru dan menarik, ‘Forever Blue’, dengan sebuah video di mana lima pemain Chelsea ditangkap dalam momen favorit mereka di Chelsea dan diabadikan dalam bentuk patung yang unik

Dinarasikan oleh Jose Mourinho, video ini mereferensikan gol-gol, penyelamatan, dan selebrasi ikonik yang akan terus diingat. Termasuk di dalamnya adalah penyelamatan penalti Petr Cech dari eksekusi Bastian Schweinsteiger yang membuat kami meraih kesuksesan pertama di Liga Champions pada 2012, Fernando Torres saat membuka gol ke gawang Benfica di final Europa League musim lalu, gol tendangan voli Gary Cahill, gol indah Oscar ke gawang Juventus, dan yang terbaru, hat-trick Eden Hazard ke gawang Newcaste di Premier League.

Kampanye ini, yang mengikuti penggambaran kampanye yang sukses tahun lalu, "It's Blue. What else matters?", menggambarkan para pemain keluar dari patung mereka untuk memperlihatkan seragam baru untuk musim 2014/15, dan siap untuk menciptakan banyak momen bagus lainnya yang akan Forever Blue.

Jersey baru ini didesain menggunakan engineered fabric yang menunjukkan warna biru yang kontras di panel depan, termasuk desain garis dua warna, dan menggunakan teknologi premium adidas terbaru seperti bahan yang unggul dalam membantu sirkulasi udara – ClimaCool. Desain ini mengambil inspirasi dari seragam klub di akhir 1980an dan awal 1990an.

Chief Executive Chelsea FC, Ron Gourlay, mengatakan, "Kami sangat bangga sekali lagi bekerja sama dengan adidas untuk memberikan kampanye yang begitu menonjol untuk meluncurkan seragam kandang terbaru kami untuk musim 2014/15. Tema kreatif “Forever Blue” dan menangkap momen-momen yang sangat dikenang yang akan terus hidup dalam pikiran para pemain dan fans kami adalah cara yang hebat untuk membuat seragam baru ini menjadi hidup."

Petr Cech menambahkan, "Semua pemain begitu senang bisa terlibat dalam kampanye ini dan ide menjadi “Forever Blue” adalah sesuatu yang bisa terkait dengan semua orang di klub ini, karena kami semua memiliki kenangan unik kami sendiri dari karir kami. Saya tahu bahwa momen saya di final Liga Champions akan terus saya simpan selamanya dan saya begitu bersemangat melihat bahwa patung saya akan membantu saya berbagi momen itu dengan fans."

Seragam kandang baru ini bisa dipesan sekarang di sini, sebelum tersedia di toko-toko pada 30 April.

Berikut Penampakan dalam Gambar :


Om Cech


Mas Oscar


Detai Logonya Blues


Detai Logo Adidasnya Blues


Jersey Tampak Depan


Yang ini belakang


Celana Depan


Udah jelas bagian belakang kalo nonjol gini mah. haha


Nih yang biasa bau wangi.


Ini Punya Om Cech - Depan


Ini Yang belakang


Gimana Blues.?
Siapkan Duit, Cuss berangkat beli yang baru. . .

Yang nyuruh beli belum tentu beli juga meskipun fanatik. . .
Fans yang aneh. . . Hahaha

Eits tunggu dulu, mau videonya nggak.?
Justru ini yang bikin makin keren nih Chelsea. . .
Nih Liat ----->





Keep The Blue Flag Flying High
FOREVER BLUE

Sumber : Web Resmi Chelsea Indonesia dan Bola.net

Hidup Itu Bagaikan Sepotong Roti

Illustrasi by wallpapermine


Setelah saya dapat Majalah Nurul Hayat, Bacaan Hikmah Keluarga. Majalah islami yang sangat inspiratif yang mempunyai artikel atau materi-materi keagamaan yang dikemas dengan bahasa yang santai, ringan dan mudah dimengerti tanpa mengurangi dasar-dasar keislamannya dengan berdasarkan Qur`an dan Hadits pastinya

Pasti tanya, Beli dimana.? Harganya berapa.? Ada diskonan nggak.? dan pertanyaan-pertanyaan berbau kepo lainnya. Sepertinya saya nggak perlu jelasin panjang lebar pada postingan kali ini, dari pada ntar nyeleweng kemana-kemana nih tulisan. Langsung aja cek di www.nurulhayat.org. Insyallah lengkap.

Ketika saya sedang membaca, saya menemukan satu artikel yang saaaaanngaatt bagus, penggugah dan sangat inspiratif sehingga saya bersemangat untuk menulis ulang artikel ini untuk saya bagikan pada kalian semua. Karena menurut saya tulisan yang tidak dituliskan siapa penulisnya ini sangat menginspirasi saya dalam menjalani kehidupan yang keras ini. Kita tidak perlu resah dan gelisah ketika kita ditempa berbagai macam cobaan dan ujian hidup, sebab itu merupakan suatu proses yang akan menghasilkan kalian individu yang lebih matang. Lebih lanjutnya, simak tulisan dibawah ini. Ambil hikmahnya dan resapilah.

****

Hidup itu seperti sepotong roti. Berawal dari bagian-bagian tak berarti jika hanya berdiri sendiri. Terigu, telur, mentega, gula, ragi dan lainnya. Tapi ketika semua itu disatukan dan diproses, menjadi kudapan bernilai tinggi.

Tantangan pertama yang dihadapi dalam kehidupan roti adalah perlakuan “kasar”. Diaduk, diputar, diremas, dibanting, diuleni terus menerus. Anehnya, perlakuan ini ternyata tidak membuatnya menjadi rusak, tapi membuatnya malah semakin menyatu. Perlakuan kasar ini malah membuatnya menjadi lembut dan kalis.

Setelah menyatu, adonan dibiarkan atau bahkan kadang ditutup dengan kain basah, sampai roti mengembang. Seperti itulah mereka yang berhasil melewati fase penyatuan, berkembang menjadi lebih besar. Individu yang menyatu dalam tim akan ikut berkembang dengan timnya. Sedangkan individu yang tetap sendiri, tak dapat penambahan nilai selain dirinya sendiri. Tak bisa kita pungkiri, ada sebagian diantara kita gagal berkembang, mungkin karena gagal dalam tahap penyatuan yang penuh tekanan itu.

Tantangan tak berhenti sampai disitu. Cobaan berikutnya dalam kehidupan roti adalah dipotong-potong sesuai dengan bentuk yang diinginkan. Dicabik, dipotong, digiling lagi. Tapi hal ini pun tidak membuatnya rusak. Ternyata proses inilah yang menjadikan tiap individu roti mulai mendapatkan identitasnya. Apakah sebagai long john, roti kasur, roti buaya, kadet, donat atau yang lainnya.

Puncak tantangan pada roti adalah diproses berikutnya yaitu dipanggang atau digoreng. Tempaan dengan panas yang luar biasa ini membuat roti semakin matang dan berkembang. Warnanya pun berubah menjadi lebih menarik, tidak lagi pucat.

Hanya yang berhasil melalui semua proses ini, mulai dari diputar, dibanting, didiamkan bahkan ditutup, dipotong, dicabik, dan digiling. Lalu pada akhirnya ditempa dengan panas yang tinggi. Akan berkembang dengan sempurna dan matang, lalu kemudian dihias dengan cantik.

[Pesan Moral yang bisa kita ambil dari analogi sepotong roti]

Maka jika sedang merasa diacak-acak hidup ini, diputar-putar kepala ini, campur aduk rasanya tak karuan, dibanting berkali-kali, mungkin itu tandanya kita sedang  berproses menjadi lebih lembut namun kuat dan matang. 
Jika sedang merasa pengap, ditutup dengan kain basah, ditinggal begitu saja. Berbahagialah, itu tandanya kita sedang mengembangkan diri seperti adonan roti tadi.
Jika sedang dipotong, dicabik dan digilas. Nikmati saja, karena itu artinya kita sedang diberi identitas, pembentuk karakter, menjadi lebih unik dan mempunyai perbedaan dengan yang lain.
Dan jika ada tempaan panas dan tekanan yang luar biasa. Bersabarlah sedikit lagi, karena inilah proses pematangan dan pengembangan diri untuk menjadi sempurna. Hanya yang berhasil lolos dari ujian ini yang pada akhirnya dihias dengan amat cantik. 

Sumber : Majalah Nurul Hayat

Gol Telat John Terry Nyamankan Posisi Chelsea di Puncak Klasemen

Selebrasi Chelsea

Sabtu, 22 Februari 2014, The blues  menghadapi The Toffees dalam lanjutan laga Premier League Matchday 27 di Stamford Bridge markas Chelsea. Pertandingan hari ini membuat Chelsea harus membagi fokusnya untuk pertandingan lanjutan Liga Champions yang diadakan tengah pekan depan, Hal itu terlihat jelas dalam permainan Chelsea. Meskipun permainan cukup imbang, The Blues tampil sangat buruk dan terlihat kurang fokus sehingga Everton mampu menguasai ball posesion di babak pertama.

Everton sangat pintar memanfaatkan situasi dalam kubu Chelsea. Everton berani menekan Chelsea sejak awal pertandingan, tak sedikit peluang yang diciptakan Everton. Flop of the match pada hari ini, menurut saya adalah Oscar, dia sering kehilangan bola dan kurang sigap dalam menerima umpan-umpan.

Pertandingan berjalan alot, jual beli serangan juga terjadi dalam babak pertama meskipun berakhir tanpa gol. Half time Chelsea 0, Everton 0.

Memasuki babak kedua, Mourinho memasukkan Ramires menggantikan Oscar yang bermain kurang maksimal hari ini. Masuknya Ramires membuat lini tengah Chelsea semakin kuat dan mampu mengendalikan permainan di awal menit babak kedua.

Pertandingan berjalan hampir satu jam, tak ada satu gol pun tercipta. Everton menyerang dengan cepat dan bahaya dengan memanfaatkan kesalahan pemain Chelsea, serangan balik dan juga penetrasi-penetrasi dari Mirallas. Namun duet bek tengah Chelsea, Garry Cahill dan kapten John Terry tampil sangat kokoh dibarisan pertahan Chelsea, banyak peluang yang dimentahkan keduanya.

Merasa belum aman dengan skor 0-0 ini, Mourinho kembali memasukkan pemain dengan karakter menyerang dan laga ini menjadi laga Come Back-nya setelah cedera, Fernando Torres masuk menggantikan Willian yang tampil cukup merepotkan Everton hari ini.

Chelsea semakin gencar melakukan serangan dengan masuknya Fernando Torres. Tak selang Torres masuk, Mourinho kembali mengganti pemainnya dengan karakter menyerang, dalam hal ini Mourinho nampak ingin sekali memenangkan pertandingan melawan Everton kali ini sekaligus balas dendam karena kekalahan diputaran pertama 1-0.

Schurrle kali ini dipercaya oleh Mourinho menggantikan Samuel Eto`o yang sudah membuang beberapa peluang dan bermain kurang greget sebagai seorang striker. Dengan pergantian ketiga Chelsea ini, terbukti Chelsea sangat mendominasi pertandingan dan terus menggempur pertahanan Everton.

Memasuki Injury Time, skor masih imbang 0 - 0. Memasuki menit 90 + 2 menit, berawal dari tendangan bebas Frank Lampard yang kemudian dengan cocoran kaki John Terry mendorong bola masuk ke jala gawang Howard. Gooollll 1 - 0 Untuk Chelsea. (Lagi-Lagi Bukan Striker) Tapi tak apalah yang penting tiga point berhasil diraih dan bertahan kokoh di puncak klasemen sementara.

Berikut Klasemen sementara 10 Besar Barclays Premier League hingga pekan 27
10 Besar Klasemen Sementara


Note :
Yang dibahas Chelsea aja ya, maklum saya fans beratnya The Blues Chelsea. Hehehe
Sekalian belajar me-review pertandingan.

Film Sepatu Dahlan, Tayang di Bioskop April Mendatang

Sutradara Benni Setiawan mengangkat kisah masa kecil  Menteri BUMN Dahlan Iskan, ke dalam film berjudul Sepatu Dahlan. Syuting sudah dilakukan di kampung halaman Dahlan  di Dusun Blodro, Mojorayung, Wungu, Madiun, Jawa Timur. Dan akan segera diputar di seluruh bioskop di Indonesia.
Dahlan mengaku tak mencampuri sedikit pun pembuatan film itu, baik dari cerita maupun latar belakangnya. “Saya serahkan semua kepada penulis skenario dan sutradara. Karena ini urusan seni yang tidak boleh diintervensi,” katanya.
Film yang dibintangi oleh  Donny Damara dan Kinaryosih ini, berkisah tentang Dahlan iskan kecil yang ingin sekali memiliki sepatu dan sepeda untuk sekolah. Keinginannya inilah yang membawa Dahlan ke dalam petualangan hidup yang penuh warna.
Dahlan merupakan anak ketiga dari empat bersaudara. Dua kakak perempuannya bersekolah di perguruan tinggi dan adiknya, Zain, masih sekolah di SR. Ayah Dahlan bekerja serabutan, sedangkan Ibunya pembuat batik.
Dahlan  lulus Sekolah Rakyat dengan nilai pas-pasan. Cita-cita melanjutkan sekolah ke SMP Magetan pun pupus. Ayahnya mensekolahkan Dahlan ke MTs Takeran.
Suatu hari, sepulang sekolah Dahlan mendapati ibunya sakit dan muntah darah, sehingga harus dirawat  di rumah sakit di Madiun. Dahlan dan  Zain tinggal di rumah berdua saja.  Karena kelaparan Dahlan mencoba mencuri makanan. Saat melewati ladang tebu, dia melihat sebatang tebu yang tergeletak. Muncul niat nakal  dalam benaknya. Tapi dia teringat pesan ayahnya, yaitu “Pencuri besar berawal dari pencuri kecil..” Dahlan mengurungkan niatnya, dan kembali mencapkan batang
tebu tersebut. Malangnya  seorang penjaga ladang tebu justru malah menuduhnya mencuri. Setelah menjelaskan panjang lebar, barulah sang penjaga percaya. Penjaga ladang malah memberikan batang tebu itu pada Dahlan.
Sejak kelas II, Dahlan mulai aktif dalam organisasi dan kegiatan sekolah. Bahlan Dahlan terpilih sebagai kapten tim bola voli MTs Takeran. Dan  dapat kesempatan mengikuti perlombaan bola voli ditingkat Kabupaten Magetan. Saat itulah keinginannya memiliki sepatu makin menggebu-gebu. Tim voli pimpinan Dahlan berhasil masuk final melawan  SMP terkuat saat itu, yakni SMP Magetan, yang dimenangkan tim voli Dahlan.
Hidup Dahlan yang penuh keterbatasan tidak membuatnya jatuh dan terpuruk, justru menjadi sebuah penyemangat hidup
untuk lebih baik dan dapat membanggakan keluarganya.
“Harapan saya, film ini  bisa menginspirasi anak-anak seluruh Indonesia,” - Dahlan Iskan.
Salah Satu Adegan Dalam Film Sepatu Dahlan

Film Berjudul Sepatu Dahlan akan segera rilis dan tayang di sejumlah bioskop tanah air pada awal April mendatang. Film berdurasi lebih dari 90 menit itu di bintangi oleh sejumlah aktor dan aktris terkenal.

Sebut saja Kinaryosih, Donny Damara, Ray Sahetapy, Kirun, Aji Santosa --Dahlan Kecil--, Elyzia Mulachela, dan Mucle Khatulistiwa. Mereka akan beradu peran pada syuting perdana pekan depan. Film besutan Benny Setiawan itu dipayungi oleh rumah produksi Mizan Production.
Source : poskotanews.com

Dua Mimpi Sederhana Bocah Kebon Dalem

Judul Buku : Sepatu Dahlan
Pengarang : Khrisna Pabichara
Penerbit : Noura Books (PT Mizan Publika)
Tahun terbit dan cetakan : Cetakan I, Mei 2012, Cetakan II, Mei 2012, Cetakan III, Juni 2012
Ukuran / dimensi buku : 14 x 21 cm
Tebal buku : 392 Halaman
Harga buku :
ISBN : 978 – 602 – 9498 – 24 – 0

***




Mungkin ini terlambat. Saya baru saja menuntaskan membaca buku “Sepatu Dahlan”. Tidak salah jika buku karya Khrisna Pabichara ini adalah buku best seller. Novel karangannya selalu bermutu dan sangat inspiratif. Dengar dari seorang kerabat dekat saya serta rasa keingintahuan tentang buku Trilogi Novel Inspirasi Dahlan Iskan ini membuat saya ingin membaca halaman per halaman sampai tuntas. Seperti testimoni A. Fuadi (Penulis Buku Negeri 5 Menara), “Ini jenis buku yang bikin candu! Saya tak mampu berhenti membalik halaman sampai tamat.” Hal itulah yang saat ini saya rasakan ketika membaca novel inspiratif karya Khrisna Pabichara ini. Jika kita mengenal sosok Khrisna Pabichara, dia adalah penyuka prosa dan telah melahirkan sebuah kumpulan cerita pendek, Mengawini Ibu : Senarai Kisah Yang Menggetarkan (Kayla Pustaka, 2010). Novel ini, Sepatu Dahlan, adalah buku ke-14 yang dianggitnya.

Khrisna Pabichara lahir di Borongtammatea, Kabupaten Jeneponto, Makassar – Sulawesi Selatan pada tanggal 10 November 1975, Wauw, bertepatan dengan Hari Pahlawan. Ayah dua orang putri, yang kerap disapa Daeng Marewa ini, bekerja sebagai penyunting lepas dan aktif dalam berbagai literasi. Dia bisa disapa dan diajak berbincang berbagai hal, terutama pernak-pernik #bahasaindonesia, lewat akun twitternya : @1bichara.

***

Tujuan dan latar belakang penulisan novel ini tak lain dan tak bukan, sesuai dengan pengantar dari Dahlan Iskan dalam buku ini, “Harapan saya, semoga buku ini terselip inspirasi dan manfaat di novel Sepatu Dahlan ini untuk semua pembacanya.”

***

“Mata berkunang-kunang, keringat bercucuran, lutut gemetaran, telinga mendenging …. Siksaan akibat rasa lapar ini memang tak asing, tetapi masih saja berhasil mengusikku…. Sungguh, aku butuh tidur. Sejenakpun bolehlah. Supaya lapar ini terlupakan….”
Kehidupan mendidik Dahlan kecil dengan keras. Baginya, rasa perih karena lapar adalah sahabat baik yang enggan pergi. Begitu pula dengan lecet dikakinya, bukti perjuangan dalam meraih ilmu. Ya, dia harus berjalan berkilo-kilometer untuk bersekolah tanpa alas kaki. Tak hanya itu, sepulang belajar, masih banyak pekerjaan yang harus dilakukannya demi sesuap tiwul. Mulai dari nguli nyeset, nguli nandur, sampai melatih tim voli anak-anak juragan tebu.

Semua itu tak membuat Dahlan putus asa. Tak juga berarti keceriaan masa kanak-kanaknya hilang. Ketegasan sang Ayah serta kelembutan hati sang Ibu, membuatnya bertahan. Persahabatan yang murni menyemangatinya untuk terus berjuang. Dan apapun yang terjadi, Dahlan terus berusaha mengejar dua cita-cita besarnya : Sepatu dan Sepeda.

Sejak kelas 3 SR (Sekolah Rakyat), aku sering nguli nyeset. Itu kulakukan sepulang sekolah, disela-sela jadwal rutin menggembala domba. Upah nguli nyeset terus kutabung demi dua mimpi besarku – Sepatu dan Sepeda. (Halaman : 73)
Dahlan adalah bocah yang tegar dan mencoba untuk kuat dalam bertahan ditengah kehidupan yang menurutnya sangat memilukan dan menyakitkan. Meski begitu, Dahlan di didik dalam silsilah keluarga pesantren yang mampu memberikan ilmu iman dan perilaku baik, seperti salah satu judul bab dalam buku ini, Miskin Harta, Kaya Iman.
Beberapa potongan wejangan kakak Dahlan, Mbak Sofwati juga membuktikan,
“Lapar ndak berarti harus maling, Dik.”
Ojo wedi mlarat, yang penting jujur.”
“Kita boleh miskin harta, Dik, tapi kita ndak boleh miskin iman.”
“Ingat, semiskin apapun kita, Bapak dan Ibu ndak rela kalau kita, meminta-minta belas kasihan tetangga, keluarga, atau siapa saja.”
Dahlan mempunyai dua mimpi besar yang sebenarnya itu adalah mimpi yang sederhana. Hanya sepatu dan sepeda. Namun Dahlan sangat menginginkannya, dengan alasan supaya kakinya tidak lecet karena berjalan berkilo-kilo untuk menuntut ilmu dan bermain voli di sekolahnya. Sedangkan untuk sepeda, alasannya supaya tidak berangkat terlalu pagi untuk ke sekolah, jauh lebih cepat, dan tidak capek.

Dahlan suka sedih jika dia melihat teman-temannya memakai sepatu. Dia selalu teringat impian yang belum juga menjadi kenyataan, yaitu sepatu. Anehnya, beda sekali ketika dia melihat siapa pun yang sedang bersepeda, hatinya tidak berdesir, biasa-biasa saja.

Bapak Dahlan merupakan sosok yang sangat dihargai oleh Dahlan, temannya, serta warga kampung Kebon Dalem, karena beliau terkenal sebagai orang pekerja keras, dia juga sering menjadi imam serta mengajar ngaji di langgar Kebon Dalem. Suatu waktu beliau bercerita ketika sedang mengajar anak-anak Kebon Dalem di langgar dan berpesan, “Kita harus berusaha sendiri, kita harus mencari, bukan berleha-leha menunggu belas kasihan orang lain. Tetap tawakkal dan bersyukur. Rezeki akan datang dengan cara yang bisa jadi tak pernah kalian duga. Jadi, bergembiralah. Tak perlu berkecil hati karena hidup kita yang miskin seperti sekarang.”

Kutipan kalimat yang paling saya suka dan mungkin tak akan bosan mengulang kalimat itu, adalah : “Aku ceritakan kesedihanku kepada sungai, agar sungai mengajariku bagaimana mengalir tanpa sedikitpun mengeluh.” (Halaman 339)
Akhirnya Dahlan berhasil membeli sepatu dan sepeda dengan hasil melatih voli anak-anak orang kaya Pabrik Gula. Dengan pekerjaan yang menurut Dahlan ringan, melatih voli bisa mendapatkan uah yang besar. Dahlan mampu membeli sepeda temannya, Arif dan mampu membeli dua pasang sepatu, satu untuknya dan satu lagi untuk adiknya, Zain.

Hingga pada akhirnya Dahlan menyadari setelah dia menceritakan semua kesedihannya pada sungai yang mengalir, bahwa sepatu dan sepeda bukanlah cita-cita atau mimpi besar yang sebenarnya. Tetapi, Dahlan belum tahu apa cita-cita atau mimpi yang lebih besar dari sepatu dan sepeda.

Disiplin keras dan didikan tegas Bapak Dahlan menjelaskan kepadanya, bahwa tidak ada sesuatu yang bisa dia pandang enteng dan dari sana bermula nikmat kebersahajaan sebagai anak yang dibesarkan oleh lengan-lengan kemiskinan.

Rintihan dan erangan Zain, adik Dahlan, setiap menahan lapar menerangkan dengan jelas kepadanya bahwa rezeki bukanlah seperti hujan yang ditumpahkan Tuhan begitu saja. Tetapi Dahlan menyadari bahwa dia harus mencari sendiri rezeki itu, Harus.!

Bagaimana kelanjutan cerita Dahlan yang memilukan itu, banyak cerita dan kejadian yang menarik untuk kita simak, sangat inspiratif dan bikin candu untuk membacanya.  Bagaiman Dahlan bertahan hidup dalam kemiskinan.? Bagaiman Dahlan membahagiakan keluarganya.? Bagaimana Dahlan dapat berprestasi dengan keadaannya yang serba kekurangan.? Apa Dahlan akhirnya bisa memiliki sepatu dan sepeda.?

***

Kekurangan yang ada dalam buku ini adalah kesalahan dalam mencetak dan mengurutkan halaman. Ketika saya enak-enak membaca saya tidak sadar kalau saya membaca ulang halaman yang sudah saya baca sebelumnya. Saya mulai sadar karena saya beranggapan kenapa ceritanya jadi agak belibet ya, dan seperti sudah dibaca, ketika sadar dan sedikit membalik-balikkan halaman ternyata ada kesalahan dalam menata halaman, hal sepele ini cukup menggangu keasyikan dan keseriusan membaca.

Setelah saya membaca halaman 102, selanjutnya yang semestinya halaman 103 ternyata malah diulang lagi halaman 101 dan baliknya 102, kemudian baru halaman 103. (dengan catatan : Saya meminjam buku teman,  yang menurut saya itu buku bekas dan sudah di cetak ulang).

Terlepas dari kesalahan teknis dan sangat mendasar itu saya tidak bisa lagi menemukan apa yang kurang dari buku itu. Saya sangat menikmati rasa candu dalam diri saya untuk segera membuka halaman selanjutnya. Bahasa yang ringan dan logat bahasa jawanya yang kental membuat pembaca menjadi lebih muda mencerna dan enak dibaca. Ada selipan gambar sketsa yang meremajakan mata saat membaca. Sangat cantik. Banyak kisah tauladan yang inspiratif dan bermanfaat bagi si pembaca. Banyak pesan moral yang disampaikan dalam buku ini. Kita bisa banyak belajar nilai-nilai kehidupan dan mengajak pembaca untuk mampu benar-benar masuk dan berada dalam kisah itu. Pas kena di hati.

Kesan ketika saya membaca di awal-awal bab buku ini adalah gila, buku ini benar-benar buku yang bikin candu. Saya bisa meresapi tulisan Khrisna Pabichara ini dan menggebu – gebu untuk segera membalik halaman selanjutnya. Setelah membaca Trilogi Novel Inspiratif Dahlan Iskan yang pertama dengan judul  Sepatu Dahlan ini, dijamin kalian bakal nggak sabar untuk segera membaca bagian dari Trilogi Novel Inspiratif ini yang selanjutnya atau yang kedua dan yang ketiga. Saya korban candu membaca buku ini dan akan segera membaca buku selanjutnya.


Adib Hilman