Sedikit Terbengkalai

Akhirnya saya kehilangan satu sarana untuk melanjutkan track baru saya, yaitu menulis. Memang sarana menulis tidak hanya itu. Tapi tak bisa dipungkiri, sarana itu sangat menunjang sekali dan terbukti dengan tidak adanya sarana itu saya kesulitan untuk menulis dengan konsisten. Ingat, dengan konsisten, saya tetap menulis, hanya saja kurang konsisten. Itulah penyebab blog saya terbengkalai beberapa hari ini.

Setelah setiap hari saya selalu menulis. Saya merasa tidak nyaman bila tidak menulis sama sekali dalam tiap harinya. Seperti ada yang kurang. . .
Haha, Jangan di seriusin omongan seorang penulis pemula yang sok ini ---> Yang sok-sokan nggak nyaman kalau tidak menulis, padahal baru belajar menulis, yang termasuk kategori amatir atau pemula.

Kehilangan sarana itu membuat saya menulis manual dengan tinta hitam ---> bulpoint. Dan itu sangat mengurangi mood saya dalam menulis. Saya sudah mencobanya, jujur saya malas menulis dengan bulpoint dengan cara manual. Disisi lain saya saat ingin menuangkannya dalam tulisan dan sesegera mungkin untuk mempostingnya di blog saya ini. Sangat sulit sekali memulai meliuk-liukkan bulpoint kedalam kertas putih yang masih bersih. Sangat beda dengan jari-jari yang menari dalam irama ketikan keyboard. Saya pikir akan kerja dua kali kalau harus menulis manual kemudian di tik lagi di komputer atau laptop, sehingga baru bisa di publish di blog. 

Saya tahu, untuk melakukan apa yang diinginan selalu banyak cara dan konsekuensi yang harus diterima. Tapi..........???

Ah, Sudahlah. Saya akan terus mencoba. . .
Saya sudah candu menulis dan nge-blog. . .

00.40

Posting Komentar